3 Bahan Aktif Haircare yang Wajib Dilirik Brand Owner, Versi Maklon Haircare

Source: Magnific.com

Kategori perawatan rambut dan kulit kepala terus berkembang. Konsumen tidak lagi puas dengan sampo yang sekadar wangi dan lembut saja, mereka juga mencari produk yang menjawab masalah spesifik seperti rambut rontok, tipis, dan mudah patah. 

Berbagai masalah rambut dapat diselesaikan dengan bahan aktif yang sesuai. Untuk itu, saat pengembangan produk atau Research and Development (R&D) kamu harus memastikan bahan aktif yang digunakan tepat untuk mengatasi masalah rambut. 

Rekomendasi Bahan Aktif dari Maklon Haircare

Sebagai perusahaan maklon skincare dan kosmetik, kami melihat langsung bahan aktif apa saja yang paling sering diminta brand owner. Berikut tiga di antaranya, lengkap dengan fungsi dan jenis produk yang biasa memakainya.

1. Rosemary Oil

Rosemary oil dikenal luas sebagai bahan yang dipercaya membantu merangsang sirkulasi darah di kulit kepala, sehingga mendukung kondisi yang baik bagi pertumbuhan rambut baru. Popularitasnya di kalangan konsumen cukup tinggi karena berasal dari bahan alami dan mudah dipahami manfaatnya.

Biasa digunakan pada: hair oil, scalp serum, dan hair tonic.

Dari sisi formulasi, kami biasanya menyarankan brand owner memperhatikan konsentrasinya. Minyak esensial yang terlalu pekat berpotensi membuat kulit kepala sensitif, sementara terlalu rendah membuat produk kurang terasa manfaatnya.

Baca Juga: Ini Dia Produk Perawatan Rambut yang Wajib Kamu Punya!

2. Ginseng Extract dan Biotin

Kombinasi ini berfokus pada perawatan dari dalam. Ginseng extract dan biotin berfungsi menutrisi folikel, menguatkan helai rambut dari dalam, serta membantu mengurangi rambut patah. Cocok untuk konsumen yang rambutnya rapuh akibat pewarnaan, catokan, atau paparan panas.

Biasa digunakan pada: hair mask dan conditioner.

Karena produk jenis ini dipakai langsung pada helai rambut, tekstur dan kemudahan dibilas juga penting. Formula yang bagus bukan hanya kaya bahan aktif, tetapi juga nyaman dipakai dan tidak meninggalkan rasa berat.

3. Peptide, Redensyl, dan Procapyl

Ketiganya termasuk bahan aktif yang banyak dipakai pada produk anti rambut rontok. Fungsi utamanya adalah membantu menahan pengaruh hormon pemicu kebotakan (DHT) dan memperpanjang fase pertumbuhan rambut. Kategori ini menarik bagi brand yang ingin menyasar konsumen dengan masalah kerontokan yang lebih serius.

Biasa digunakan pada: leave-on scalp serum.

Karena produk leave-on menempel lebih lama di kulit kepala, formulanya perlu dirancang ekstra hati-hati, baik dari sisi konsentrasi maupun kombinasi bahan pendukungnya.

Kunci Sukses Brand Haircare

Memilih bahan aktif yang tepat hanyalah langkah pertama. Dari pengalaman kami sebagai partner maklon haircare, kunci sukses brand haircare ada pada kombinasi konsentrasi aktif yang pas, sehingga produk efektif tanpa membuat kulit kepala lepek atau iritasi.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan:

– Formula seimbang dan sudah melewati uji stabilitas serta uji keamanan.

– Produk memenuhi persyaratan perizinan BPOM sebelum diedarkan.

– Klaim pada label sesuai regulasi, tidak berlebihan dan tidak menyesatkan.

Fondasi seperti inilah yang membuat brand dipercaya konsumen dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Sebagai maklon skincare dan kosmetik, kami berkewajiban untuk memastikan setiap produk yang dikembangkan melalui pabrik sudah sesuai dan dapat dijual di pasar dengan aman dan diterima konsumen. 

Develop Produk Brandmu Sendiri di Maklon Haircare?

Masih bingung menentukan kombinasi ingredients dan tekstur yang pas untuk brand kamu? Diskusi gratis bareng tim R&D PT. Gemma Natura Lestari (GNL) untuk meracik formula haircare eksklusif milikmu sendiri.Hubungi nomor kami di bawah ini atau DM akun media sosial kami sekarang juga.

📞 [0812-8222-5653]

📱 [@official.gnl]

Baca Juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan oleh Calon Brand Owner Sebelum Maklon Skincare

Scroll to Top