
Sources: Freepik.com
Dalam dunia skincare anti-aging, dua ingredient berbasis vitamin A mendominasi percakapan: retinol dan retinal. Keduanya menjanjikan kulit lebih muda, kenyal, dan bebas kerutan, namun kedua bahan aktif ini memiliki perbedaan signifikan yang perlu dipahami.
Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan, efektivitas, dan cara memilih yang tepat untuk kebutuhan kulitmu.
Apa Itu Retinol dan Retinal?
Retinol dan retinal (juga dikenal sebagai retinaldehyde) adalah bagian dari keluarga retinoid, turunan vitamin A yang telah terbukti secara klinis efektif untuk meningkatkan kesehatan kulit. Perbedaan utama terletak pada bagaimana kulit mengonversinya menjadi retinoic acid, yang merupakan ingredient aktif yang digunakan sel kulit.
Retinol memiliki dua tahap konversi: retinol → retinal → retinoic acid, sementara retinal hanya memiliki satu tahap konversi: retinal → retinoic acid. Perbedaan ini sangat penting karena retinal yang kurang terdilusi akan memberikan hasil lebih cepat dibandingkan retinol yang lebih terdilusi dan kurang efektif.
Perbandingan Kecepatan dan Efektivitas
Studi ilmiah memberikan gambaran jelas tentang perbedaan potensial kedua bahan aktif ini. Penelitian dalam British Journal of Dermatology menunjukkan bahwa retinal hingga 11 kali lebih efektif daripada retinol dengan tolerabilitas yang sebanding dalam studi terkontrol. Penelitian dari AMWC Congress 2025 juga menunjukkan bahwa retinal mengurangi kerutan dinamis sebesar 36,39% dalam uji klinis.
Menurut pakar dermatologi, retinal dianggap sebagai retinoid paling efektif dalam produk skincare over-the-counter. Dr. Jacobs menjelaskan bahwa karena lebih lemah dari retinoid resep, retinal adalah pilihan baik bagi mereka yang tidak dapat mentolerir tretinoin resep, tetapi menginginkan manfaat lebih dari retinol biasa.
Baca Juga: Manfaat Niacinamide, Hyaluronic Acid, dan Retinol sebagai Bahan Baku Skincare
Keunggulan Retinal dalam Praktik
Salah satu keunggulan unik retinal adalah sifat antibakterinya. Retinal adalah satu-satunya retinoid dengan properti antibakteri langsung, yang membuatnya sempurna untuk kulit berjerawat karena membantu mengurangi bakteri penyebab breakout dengan penggunaan berkelanjutan.
Dari segi kecepatan hasil, retinal lebih cepat menghasilkan efek peningkatan kolagen dibandingkan retinol, sehingga kamu dapat melihat pengurangan tanda-tanda penuaan dalam waktu yang lebih singkat, membuatnya populer untuk mereka dengan kulit lebih mature.
Yang mengejutkan, meskipun lebih kuat, retinal terbukti memiliki potensi iritasi rendah yang sama dengan retinol, yang berarti kamu bisa memakai produk yang lebih kuat tanpa mengorbankan kenyamanan kulit.
Retinol: Pilihan untuk Pemula
Bukan berarti retinol tidak memiliki tempat dalam rutinitas skincaremu. Untuk pemula atau mereka dengan kulit sensitif, retinol tetap menjadi pilihan bahan aktif yang sangat baik. Untuk kulit sensitif, retinol umumnya lebih dapat ditolerir karena penyerapannya yang lebih lambat dan aktivitas yang tidak terlalu langsung.
Retinol juga lebih mudah ditemukan dan umumnya lebih terjangkau. Dengan pasar retinol yang dinilai USD 923,1 juta pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 1,2 miliar pada 2030 dengan CAGR 4,9%, ketersediaan produk retinol sangat melimpah di berbagai price point.
Bagaimana Memilih yang Tepat?
Pilihan antara retinol dan retinal sangat personal dan tergantung pada beberapa faktor. Jika kulitmu secara natural kering atau sensitif, pertimbangkan mencoba retinol terlebih dahulu karena kurang kuat, kemudian jika dapat ditolerir, naik ke retinal kekuatan rendah.
Sebaliknya, jika kulitmu berminyak, maka kamu bisa memulai dengan retinal kekuatan lebih tinggi seperti 0,1%, kemudian meningkatkannya seiring waktu jika dapat ditolerir.
Konsentrasi juga penting. Pada ujung bawah, kamu mungkin menemukan konsentrasi sekitar 0,05%, sementara kekuatan lebih tinggi memiliki hingga 0,1% retinal. Selain itu, formulasi juga memainkan peran; beberapa ingredients seperti hyaluronic acid dan ceramides (keduanya melembapkan) dapat membantu menyeimbangkan sifat pengeringan inherent dari retinal.
Tren Pasar dan Inovasi
Industri skincare terus berinovasi dalam formulasi retinoid. Pertumbuhan pasar retinol global didorong oleh kemajuan dalam formulasi enkapsulasi, peningkatan permintaan konsumen untuk skincare berbasis bukti, dan ekspansi brand beauty yang dipimpin dermatologi. Teknologi enkapsulasi modern membantu menjaga stabilitas retinal dan mengurangi potensi iritasi.
Kesimpulan
Dalam pertarungan retinol vs retinal, tidak ada jawaban mutlak “yang terbaik” hanya yang paling tepat untuk kebutuhanmu. Retinal menawarkan hasil lebih cepat dan efektivitas lebih tinggi, ideal untuk mereka yang sudah berpengalaman dengan retinoid atau ingin hasil maksimal.
Retinol tetap menjadi pilihan excellent untuk pemula atau kulit sensitif yang membutuhkan pendekatan lebih gentle. Kunci suksesnya adalah konsistensi penggunaan dan memilih produk skincare yang sesuai dengan toleransi dan goals kulitmu.
Kalau kamu ingin mewujudkan produk skincare dan kosmetik dengan bahan-bahan aktif berkualitas? Maka kamu bisa menghubungi PT. Gemma Natura Lestari atau GNL, partner maklon terbaik yang bisa membantu men-support segala kebutuhanmu sebagai brand owner.
Untuk informasi dan konsultasi, silakan hubungi tim marketing kami melalui WhatsApp atau Social Media.
Baca Juga: Bahan Aktif Populer dalam Skincare: Manfaat dan Cara Kerjanya
